Hafalan Quran App
Silakan masuk untuk akses laporan
Assalamu'alaikum, User
Ringkasan progres hafalan Anda hari ini.
Besyukurlah jika kamu lelah untuk berbuat baik, karena jika tidak maka waktumu akan habis untuk maksiat

Memproses data...
Silakan masuk untuk akses laporan
Ringkasan progres hafalan Anda hari ini.
Aplikasi monitoring hafalan Al-Quran untuk Guru, Karyawan, dan Siswa berbasis Google Apps Script.
Memuat Aplikasi...
Masuk untuk memantau hafalan
Alasan Adanya Peringatan Hari Batik Nasional
Seperti dilansir dari berbagai sumber bahwa batik merupakan salah satu warisan budaya tak benda dunia. Hal tersebut diakui lembaga dunia seperti UNESCO. Sebuah lembaga dunia yang bertugas untuk menjaga dan menjustifikasi situs-situs sejarah dan budaya dunia.
Salah satunya adalah batik, sebagai warisan budaya karya cipta anak bangsa yang secara hukum sudah diakui 13 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 2 Oktober 2009. Warisan Kemanusiaan Karya Agung Budaya Lisan dan Nonbendawi di UNESCO.
Sebagai bangsa kita patut bangga dan bahagia, karya tersebut menjadi monumental bukan saja karena keindahannya, namun menyimpan seribu makna filosofis bangsa yang berbudaya.
Batik menjadi salah satu di antara 76 warisan budaya yang melegenda, dan kita bangsa Indonesia mempunyai kewajiban untuk menjaganya. Sesuai dengan keputusan presiden RI ke-6 yakni Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Keputusan Presiden No. 33 Tahun 2009 tanggal 17 November 2009.
Dalam Keppres tersebut, batik ditetapkan sebagai warisan dunia tak benda dan diperingati setiap tanggal 2 Oktober.
#SelamatHariBatikIndonesia
#AkuCintaIndonesia
#JagaTerusBudayaBangsa
Berikut bacaan niat dan keutamaan puasa tasu'a dan 'asyura yang dikerjakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram 1443 Hijriah.
Di bulan Muharram, Umat Islam dianjurkan untuk banyak melakukan ibadah.
Hal ini karena bulan Muharram merupakan bulan suci atau bulan haram.
Salah satu ibadah yang dianjurkan di bulan Muharram yakni puasa Tasu'a dan Asyuro.
Puasa Tasua'a dikerjakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dikerjakan pada 10 Muharram.
Perintah untuk puasa Tasu'a dan Asyura didasarkan pada hadist Nabi Muhammad saw.
Dikutip penjelasan Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, KH Dr Fuad Thohari, MA di laman resmi MUI, Selasa (16/8/2021), puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu.
“Puasa ‘Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu,” (HR Muslim).
Adapun dasar puasa Tasua, atau puasa pada 9 Muharram adalah didasarkan sabda Rasulullah sebagaimana dikutip dalam kitab ‘Riyadhus Sholihin : 701’ :
وعن ابن عباس رضي الله عنهما، قَالَ: قَالَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم: «لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابلٍ لأَصُومَنَّ التَّاسِعَ». رواه مسلم.
Tatacara Pelaksanaan Manasik Haji dan Umroh
1. Melakukan ihram dari miqat yang telah ditentukan Ihram dapat dimulai sejak awal bulan Syawal dengan melakukan mandi sunah, berwudhu, memakai pakaian ihram, dan berniat haji dengan mengucapkan :
لَبَّيْكَ حَجًّا atau لَبَّيْكَ الَّلهُمَّ حَجًّا
Labbaik Allahumma hajjan,
artinya: “aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, untuk berhaji.
2. Kemudian berangkat menuju Arafah dengan membaca talbiyah untuk menyatakan niat :
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ،لَبَّيْكَلاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Labbaik Allahumma labbaik, labbaik laa syariika laka labbaik, inna al-hamda, wa ni’mata laka wa al-mulk. Laa syariika laka
Artinya : Aku datang ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang, sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, dan seluruh kerajaan adalah milik Engkau, tiada sekutu bagi-Mu.
3. Thawwaf.
Yakni mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali. Sambil membaca do’a :
اللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْاَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ
رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَاَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْاَبْرَارِ يَاعَزِيْزُ يَا جَبَّارُ يَاغَفَّارُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Pada saat sampai hajar aswad lalu mencium batu tersebut atau cukup melambaikan tangan dan mencium telapak tangan sambil berdo’a :
بِسْمِ اللهِ ، وَاللهُ أَكْبَر اللَّهُمَّ إِيمَاناً بِكَ ، وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ ، وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ ، وَاتِّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عليه وسلم
Bismillâhi wa-Llâhu akbar allâhumma îmânan bika wa tashdîqan bikitâbika wa wafâ’an bi ‘ahdika wat tibâ‘an li sunnati nabiyyika muhammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallam.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah maha besar. Ya Allah, seraya iman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, menepati janji kepada-Mu, serta mengikuti sunah Nabi-Mu, Muhammad shalLallahu ‘alaihi wa sallam. (Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syato’ ad-Dimyâthi, Hasyiyah I’anah ath-Thâlibîn ‘ala Halli Alfâdzi Fathi al-Mu’în li Syarh Qurratil-‘Ain, Dar el-Fikr, Beirut, juz 2, halaman 337)
4. Sa’i.
Lari-lari kecil antara shofa dan marwah sebanyak 7 kali. Dimuali dari shofa lalu naik ke atsa sampai Nampak Baitulloh, lalu membaca kalimat tauhid dan bertakbir tiga kali dan memujiNya, lalu membaca :
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي ويُمِييْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَه
(Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyiii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir. Laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa’dahu manashara ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdah)
Artinya:”Tiada sesembahan yang haq melainkan Allah semata, tiada sekutu bagiNya, hanya bagiNya segala kerajaan dan hanya bagiNya segala puji dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada sesembahan yang haq melainkan Dia, tiada sekutu bagiNya, yang menepati janjiNya, yang memenangkan hambaNya dan yang menghancurkan golongan-golongan (kafir) dengan tanpa dibantu siapa pun.” Ulangilah dzikir tersebut sebanyak tiga kali dan berdo’alah pada tiap-tiap selesai membacanya dengan do’a-do’a yang Anda kehendaki.
5. Wukuf di Arafah dan Mabit di Mizdalifah.
Masa wukuf di padang Arafah adalah antara setelah matahari tergelincir (9 Dzulhijjah) sampai terbit fajar pada hari nahar (hari menyembelih kurban) tanggal 10 Dzulhijjah.
Biasanya jama’ah akan menginap atau mabit di Muzdalifah. Saat wukuf, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu:
a) shalat jamak taqdim; shalat qashar Zuhur-Ashar;
b) berdoa;
c) berzikir bersama;
d) membaca Al-Quran;
e) shalat jamak taqdim; shalat qashar Maghrib-Isya.
6. Mina - Mekkah.
Di sini mengambil batu kerikil sejumlah 49 butir atau 70 butir untuk melempar jumroh di Mina, dan melakukan shalat subuh di awal waktu, dilanjutkan dengan berangkat menuju Mina. Kemudian berhenti sebentar di Masy’aral Haram (monumen suci) atau Muzdalifah untuk berzikir kepada Allah SWT (Q.S. Al Baqarah : 198), dan mengerjakan shalat subuh ketika fajar telah menyingsing. Melontar Jumroh Aqobah Dilakukan di bukit Aqobah pada tanggal 10 Dzulhijjah dengan 7 butir kerikil, kemudian menyembelih hewan kurban.
7. Tahalul
Tahalul adalah berlepas diri dari ihram haji setelah selesai mengerjakan amalan-amalan haji.