Minggu, 05 Mei 2019

Kisah-kisah Pahlawan Islam

Masa Rasulullah Saw

1. Wahsyi - Pebunuh Hamzah Bin Abdul  Muthallib yang MasukIslam


Wahsyi bin Harb adalah seorang bekas budak kulit hitam dari Ethiopia milik Hindun binti Utbah yang telah membunuh paman Nabi Muhammad SAW yang memiliki julukan "Singa Allah" yakni, Hamzah bin Abdul Muthalib dalam perang Uhud dan ia juga berhasil membunuh Musailamah al-Kazzab saat pertempuran Yamamah pada zaman Khalifah Abu Bakar.


Terbunuhnya Hamzah oleh Wahsyi

Terbunuhnya Hamzah oleh Wahsyi berawal dari kekalahan kaum kafir Quraisy di perang Badar pada tahun ke 2 H. Perasaan dendam seorang wanita isteri pembesar Quraisy, Abu Sufyan, yaitu Hindun. Banyak saudaranya yang terbunuh di medan Badar. Ia pun berusaha membalas sakit hatinya terhadap saudara-saudaranya yang tewas dalam perang tersebut. Maka ia pun berusaha untuk membunuh Hamzah ra. dengan menyewa seorang pembunuh bayaran, bernama Wahsyi bin Harb, dengan dijanjikan imbalan yang besar yaitu akan dimerdekakan dari perbudakan.

Kemudian Wahsyi merencanakan pembunuhan terhadap Hamzah pada saat terjadi peperangan Uhud. Dalam perang itu Wahsyi mencari celah dan kesempatan yang baik untuk membunuh Hamzah.

Di tengah tengah Perang Uhud, Wahsyi terus mengintai gerak-gerik Hamzah, setelah menebas leher Siba' bin Abdul Uzza dengan lihai-nya. Maka pada saat itu pula, Wahsyi mengambil ancang-ancang dan melempar tombaknya dari belakang yang akhirnya mengenai pinggang bagian bawah Hamzah hingga tembus ke bagian muka di antara dua pahanya. Lalu Ia bangkit dan berusaha berjalan ke arah Wahsyi, tetapi tidak berdaya dan akhirnya roboh sebagai syahid.

Usai sudah peperangan, Rasulullah dan para sahabatnya bersama-sama memeriksa jasad dan tubuh para syuhada yang gugur. Sejenak beliau berhenti, menyaksikan dan membisu seraya air mata menetes di kedua belah pipinya. Tidak sedikitpun terlintas di benaknya bahwa moral bangsa arab telah merosot sedemikian rupa, hingga dengan teganya berbuat keji dan kejam terhadap jasad Hamzah. Dengan keji mereka telah merusak jasad dan merobek dada Sayyidina Hamzah dan mengambil hatinya.


Masuk Islamnya Wahsyi Bin Harb

kisah wahsyi Diriwayatkan oleh Hujjatul Islam wabarakatul anam Al Imam Qadhi’iyad didalam kitabnya Assyifa, menukilkan riwayat ayat ini adalah: Ketika Sang pembunuh Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib radhiyallahu’anhu (pamannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam), yaitu Wahsyi seorang budak yang memang sengaja membunuh Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthallib radhiyallahu’anhu di dalam perang Uhud, di saat perang Uhud itu Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthallib di tombak dari kejauhan dari belakang tubuhnya hingga wafat dan Wahsyi tidak cukup hanya dengan itu, Wahsyi membelah dada Sayyidina Hamzah, mengeluarkan jantungnya, memotong hidung dan telinga dan bibir dan mencungkil ke dua matanya lantas di bawakan kepada Hindun.

Disaat Fatah Makkah, Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke Makkah dengan 100 ribu muslimin muslimat, Wahsyi melarikan diri, ia menjauhkan diri sampai kepantai, Istrinya datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Wahai Rasul, suamiku mempunyai dosa yang sangat besar, kalau ia masuk Islam dan bertaubat, apakah suamiku di ampuni?”

Maka Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berkata
“Allah memaafkan semua yang terdahulu jika orang mau bertaubat, masuk Islam Taubat sudah tidak ada lagi dosa”. Maka Istrinya pun menemui Suaminya di pantai. Berkata Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam
“Allah akan mengampuni semua yang Lalu kalau kau mau bertaubat dan masuk Islam”

Wahsyi berkata pada Istrinya: “kamu tahu bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam tahu kamu istri saya?” maka berkata Istrinya: “tidak ku sampaikan”
“katakan dulu, mustahil aku diampuni”
Maka Istrinya balik lagi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“Ya Rasulullah, apakah betul semua dosa akan di ampuni??? suamiku ketakutan”
Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berkata :
“sudah kusampaikan beberapa waktu yang lalu, Allah memaafkan apa-apa yang terdahulu”

Maka Istrinya berkata: “Ya Rasulullah, suamiku adalah Wahsyi yang telah membunuh pamanmu, merobek dadanya, mengeluarkan jantungnya, mencungkil kedua matanya, dan memotong bibir, hidung dan kedua telinganya”

Berubah wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau terdiam dan tidak menjawab, menunduk, Turunlah ayat :
“Katakan Wahai hamba-hambaku yang telah melampaui batas dalam berbuat dosa, jangan berputus asa dari kasih sayang Allah, Allah mengampuni semua dosa”

Rasul menyampaikannya kepada para Shahabat dan kepada Istrinya dan Istrinya menyampaikan kepada Suaminya datanglah Wahsyi masuk Islam, Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berkata “kau wahsyi yang telah membunuh pamanku? Hamzah bin Abdul Muthallib
“Betul wahai Rasul, aku telah berbuat ini dan itu”
“kumaafkan kesalahanmu, namun satu hal, jangan perlihatkan wajahmu lagi di hadapanku setelah ini”
“Kenapa wahai Rasulullah, bukankah kau sudah memaafkan aku?”
“Aku sudah memaafkanmu, tapi kalau aku lihat wajahmu aku terbayang wajah Hamzah bin Abdul Muthallib yang rusak di hancurkan olehmu saat itu, aku teringat wajah Hamzah, makanya jangan muncul di hadapanku lagi”

Wahsyi kemudian terus kecewa di dalam hatinya sampai munculnya Musailamah Al Kaddzab musuhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata “nah ini tombak yang kugunakan untuk membunuh Hamzah bin Abdul Muthallib akan kugunakan juga untuk membunuh Musailamah Al Kadzab, barangkali sedikit bisa menebus dari pada kesalahan ku yang lalu”,

Lalu Wahsyi yang sadar akan kedudukannya, ridha menerima ketentuan itu. Dia memperbaiki dirinya dan meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah.

Semakin hari hatinya semakin cinta dengan Nabi SAW. Dan semakin hari hatinya juga semakin rasa berdosa terhadap baginda atas perbuatannya dahulu. Lalu timbul niat di hatinya untuk menebus kembali dosa-dosanya itu dengan melakukan sesuatu yang akan menggembirakan baginda. Wahsyi bertekad untuk tidak akan pulang lagi ke Kota Mekah demi untuk merebut cinta kekasih Allah yaitu Muhammad SAW. Wahsyi benar-benar ingin menebus kesalahannya dengan menyebarkan Islam.

Niat Wahsyi itu telah dibuktikannya dengan menjelajah ke seluruh pelosok dunia untuk berdakwah mengajak sebanyak-banyaknya manusia untuk memeluk kepada Islam, hingga akhirnya beliau wafat di luar Jazirah Arab.

Sumber:



Artikel "Wahsyi - Pembunuh Hamzah bin Abdul Muthalib yang Masuk Islam" adalah bagian dari seri "Kisah Sahabat Nabi Muhammad SAW"


2.  Kisah Ikrimah bin Abu Jahal

Ikrimah bin Abu Jahal adalah Sahabat Nabi Muhammad yang juga anak dari Abu Jahal ‘Amr bin Hisyam. Ia adalah salah satu dari pemimpin Quraisy ketika terjadi Pembebasan Mekkah. Beliau memeluk agama Islam setelah pembebasan Mekkah pada tahun 630 M.

Ikrimah adalah putra dari Abu Jahal ‘Amr bin Hisyam. Abu Jahal adalah Fir’aun di zamannya. Ia hidup di Makkah sebagai musuh Allah dan Rasul-Nya. Ia selalu berusaha membunuh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia melihat sejumlah ayat (tanda kekuasaan) Allah dan sejumlah mukjizat, tetapi mata hatinya telah lebih dulu buta sebelum mata kepalanya. Karenanya,ia pun menjadi seperti setan yang sangat pembangkang.

Ikrimah dikenal sebagai pemuda Quraisy yang gagah berani dan sebagai penunggang kuda yang sangat mahir dalam peperangan. Ia memusuhi Rasulullah hanya karena didorong oleh sikap kepemimpinan bapaknya yang sangat keras memusuhi Rasulullah. Karena itu, ia turut memusuhi beliau lebih keras dan menganiaya para shahabat lebih keras, kejam, dan bengis, untuk menyenangkan hati ayahnya.

Sejak kematian ayahnya dalam Perang Badar, pandangan sikap Ikrimah terhadap kaum Muslimin berubah. Kalau dulu ia memusuhi kaum Muslimin lantaran untuk menyenangkan hati ayahnya, maka sekarang ia memusuhi Rasulullah dan para shahabatnya karena dendam atas kematian ayahnya. Dan dendam itu ia lampiaskan dalam Perang Uhud.

Ketika Perang Khandaq meletus, kaum Musyrikin Quraisy mengepung kota Madinah selama berhari-hari. Ikrimah bin Abu Jahl tak sabar dengan pengepungan yang membosankan itu. Lalu ia nekad menyerbu benteng kaum Muslimin. Usahanya sia-sia, bahkan merugikannya hingga ia lari terbirit-birit di bawah hujan panah kaum Muslimin.

Ketika Fathu Makkah (penaklukan kota Mekkah), kaum Quraisy memutuskan tidak akan menghalangi Rasulullah dan para shahabatnya masuk kota Mekkah. Tapi Ikrimah dan beberapa orang pengikutnya tak mengindahkan keputusan itu. Mereka menyerang pasukan besar kaum Muslimin. Namun, serangan itu dapat dipatahkan oleh Panglima Khalid bin Walid. Ikrimah melarikan diri ke Yaman lantaran takut dihukum mati oleh Rasulullah.


Masuk islamnya Ikrimah bin Abu Jahal

Pada saat itu istrinya yang bernama Ummu Hakim masuk Islam dan meminta perlindungan dan keamanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk Ikrimah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: “Dia aman”. Maka Ummu Hakim pun berangkat menyusul Ikrimah. Setelah bertemu dengan Ikrimah di tempat pengasingannya, Ummu Hakim membujuk suaminya agar mau kembali ke Mekkah. Ummu Hakim juga mengabarkan bahwa Rasulullah telah mengampuni dan memaafkannya.

Ketika Ikrimah dan istrinya hampir tiba di kota Mekkah, Rasulullah berkata kepada para shahabatnya, “Ikrimah bin Abu Jahl akan datang ke tengah-tengah anda sebagai Mukmin dan Muhajir. Karena itu, janganlah anda memaki ayahnya. Sebab memaki orang yang sudah meninggal berarti menyakiti orang yang hidup, padahal makian itu tidak terdengar oleh orang yang sudah meninggal.”

Ketika Ikrimah dan istrinya memasuki majelis Rasulullah , beliau menyambutnya dengan sangat gembira. Ketika Rasulullah duduk kembali, Ikrimah duduk pula di hadapan beliau dan mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda ke-Islamannya. Setelah itu, Ikrimah memohon kepada Rasulullah untuk mendoakannya agar Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahannya yang telah lalu. Rasulullah pun memenuhi permintaan Ikrimah itu.

Maka wajah Ikrimah pun berseri-seri. Kemudian ia berkata, “Demi Allah, ya Rasulullah! Tak satu sen pun dana yang telah saya keluarkan untuk memberantas agama Allah di masa lalu, melainkan mulai saat ini akan saya tebus dengan mengorbankan hartaku berlipat ganda untuk menegakkan agama Allah. Dan tak seorang pun kaum Muslimin yang telah gugur di tanganku, melainkan akan kutebus dengan membunuh kaum musyrikin berlipat ganda, demi untuk menegakkan agama Allah.”


Syahidnya Ikrimah bin Abu Jahal

Pada saat perang Yarmuk meletus dengan hebatnya dan pasukan Romawi hampir mengalahkan pasukan Islam, maka singa buas Ikrimah pun bangkit dan berkata: “Minggirlah, wahai Khalid bin Walid, biarkan aku menebus apa yang telah aku dan ayahku lakukan. Dulu aku memusuhi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apakah sekarang aku akan lari dari pasukan Romawi ? Demi Allah tidak, selamanya tidak akan terjadi !”

Ikrimah berteriak: “Siapa yang akan membaiatku untuk mati ? “

Pamannya Harits bin Hisyam, dan juga Dhirar bin Al-Azwar berdiri untuk membaiatnya. Ikut bersama mereka 400 pasukan muslim. Mereka memasuki arena peperangan hingga mereka dapat mengalahkan pasukan Romawi, dan Allah pun memberikan kemenangan dan kemuliaan bagi pasukan-Nya.

Perang pun selesai. Ikrimah tergeletak terkena 70 tikaman di dadanya, sedang disampingnya adalah Al-Harits bin Hisyam dan Ayyasy bin Abi Rabi’ah. Al-Harits memanggil-manggil meminta air namun ia melihat Ikrimah sangat kehausan maka ia berkata: “Berikanlah air kepada Ikrimah.” Ikrimah melihat Ayyasy bin Abi Rabi’ah juga sangat kehausan, lalu ia berkata: “Berikanlah air kepada Ayyasy.” Ketika air hampir diberikan, Ayyasy sudah tidak bernyawa. Para pemberi air dengan cepat menuju Ikrimah dan Al-Harits, namun keduanya pun sudah tiada untuk meminum air surga dan sungai-sungainya.

Sumber:
kisahmuslim.com 
ahlulhadist.wordpress.com 

Sabtu, 04 Mei 2019

Fiqih Medsos

Etika Media Sosial dalam Pandangan Islam

Pertama, dalam menggunakan medsos  berniatlah lillahi taala dan berusaha untuk meggapai rdiho  Allah agar yang kita lakukan mendapat pahalan.
إنما الأعمال بالنيات  الحديث
“sesungguhya seluruh perbuatan itu harus dengan niat”
Kedua, menulis adalah amanah yang akan diminta  pertanggungjawabannya di akhirat.  Jangan sampai menulis menjadi penyebab kita yang menghantarkan ke neraka.
فويل لهم مماكتبت ايديهم  البقرة 79
“ maka kecelakaan  yang besarlah bagi mereka akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri”
Ketiga, selalu merasa diawasi  Allah ketika menulis  status , mengupload dan mendownload serta men-share apapun di media sosial.
وأن عليكم لحافظين )10( كراما كاتبين (11) يعلمون ما تفعاون (ألإنفطار 10-12
“Sungguh banyak malaikat yang selalu mengawasi  kalian , para malaikat  itu selalu mencatat perbuatan perbuatan kalian mereka mengetahui semua perbuatan kalian”.
Keempat, menyebarkan hal yang bermnafaat  dan mempunyai  tujuan baik  berupa ilmu  amar maruf nahi munkar  dan nasehat.
وقولوا للناس حسنا (البقرة 83)
“Serta berkatalah yang baik kepada manusia”
Kelima, jadilah seperti lebah hanya mengambil yang baik dan tidak memberi kecuali yang baik .
Di antara taqorrub kepada Allah  dengan medsos adalah menyebarkan ayat qur’an  dan tafsirnya dan menyebarkan hadis dan syarahnya.
Keenam, jangan menulis status yang tidak bermanfaat seperti keluar rumah, makan siang karena hal tersebut membuang waktu kita dan waktu pembaca.
Ketujuh, jangan jadikan medsos sebagai pembunuh keikhlasan dan jauhi riya seperti memosting kegiatan ibadah.
قال النبي صلي الله عليه وسلم من سمع سمع الله به ومن يراني يراني الله به ( صحيح البخاري ج5 ص 2383 )
Barang siapa ingin didengar orang Allah jadikan didengar orang  dan di akhirat tidak mendapatkan apa apa. Demikian pula barang siapa ingin dilihat orang , Allah mewujudkannnya dan di akhirat  tidak dapat apa –apa.
Kedelapan, mengecek kebenaran berita sebelum menyebarkan berita bohong atau hukum syariat  yang belum pasti.  Jangan menyebar setiap berita yangg didapat
كفي بالمرء كذبا أن يحدث بما سمع
“Cukuplah seseorang itu berbohong, jika menceritakan semua yang ia dengar”
Kesalahan pertama  pada pihak yang memulai  berita bohong (hoax),  kesalahan selanjutya pada yang menshare-nya. Jangan menshare status  atau berta kecuali setelah  mengetahui siapa penulisnya. Biasanya kita tidak pandai menulis status tapi hanya  pandai menshare status tulisan atau berita.
Kesembilan, memilih siapa yang kita ikuti dan hati-hati karena hal tersebt adallah tanggung jawab. Menjadi follower teman atau anggota group dari sebuah kebathilan  adalah haram.
عن أبي مسي رضي الله عنه عن النبي صلي الله عليه وسلم قال مثل الجليس الصالح والسوء كاحمل المسك ونافخ الكبير  فحامل المسك إما أن يحذيك وأما أن تبتاع منه وأما أن تجد منه ريحا طيبة وأما أن تجد ريحا خبيثة
“ Pemisahan teman duduk yang baik denga yang tidak baik  seperti penjual minyak wangi dan soorang pandai  besi . Adapaun penjual minyak wangi terkadang ia akan menawarkan minyaknya kepadamu  dan terkadang  ia akan memberimu  dan terkadang juga  kamu akan mendapatkan darinya bau yang wangi . Adapaun teman  duduk yang tidak baik  seperti  seorang  pandai  besi  kalau tidak membakar pakaianmu  pasti kamu akan mencium darinya bau yang tidak sedap” . Hendaknya kita menangkal kebathilan yang muncul di medsos.
Kesepuluh, hendaknya menerapkan kaidah dalam ilmu hadis  tentang majhul  (tidak diketahui).  Siapa yang disebut majhul ? bagaimana  berinteraksi  dengan majhul ?
Majhul Ain = tidak diketahui namanya
Majhul Hal = tidak diketahui  keadaannnya. Orang-orang majhul tidak diterima keterangannya dan perkataannya
Kesebelas, barang siapa yang pernah menyebarkan  kebathilan kemudian ia bertaubat maka ia wajib  menjelaskan kesalahan dan kebathilan yang disebarkan.
ألا الذين تابوا وأصلpوا وبيونوأ (البقرة 160)
“Kecuali mereka yang telah bertaubat  dan mengadakan perbaikan dan menerangkan  kebenaran”
Kedua belas, jangan sekali kali mencuri status orang  lain dan mengambil keuntungan dari sesuatu yang bukan milik kita. Kita harus menyebutkan pemilik status tersebut. Silaturrahi melalui media sosial jangan sampai menghilangkan silaturrahmi yang sesungguhnya. Pahala silaturrahmi ada di pertemuan fisik bukan di dunia maya.
Ketiga belas, jangan terburu buru menyalahkan pendapat orang lain atau mengomentari  sesuatu yang belum dipahami  maksud penulisnya  dan tetap menjaga husnudhon
عن أبي هريرة عن النبي صلي الله عليه وسلم  قال أيكم والظن فإن الظن أكذي الحديث ولا تجسسوا ولا تحاسدون ولا تدابروا ولا تباغضوا وكونوا عبادة الله أخوانا
“ Takutlah kalian akan berprasangka karena berprasangka  adalah ucapan bohog  besar. Janganlah kalian saling iri, saling hasut, saling membenci dan saling membelakangi dan jadilah kamu sekalian hamba Allah yang bersaudara” (HR. Bukhari).
Keempat Belas , berhati-hatilah memilih kata selalu menggunaka kata-kata yang baik  lembut dan sopan walaupun berhadapan degan orang yang tidak sepedapat atau orang yang kita benci
عن المقدام بن شريخ عن أبيه عن جده قال قلت يارسول الله دلني علي عمل يدخلني الجنة  فقال  إن من موجبات المغفرة  بذل السلام وخسن الكلام ( النعجم الكبيرج 22/ص 180)
“Wahai Rasulullah Saw tunjukkan kepadaku  amal perbuatan yang membuatku masuk surge,  Beliau menjawab  sesungguhnya  hal yang pasti mendapat  ampunan adalah orang yang mengucapkan salam dan perkataan yang baik dan sopan”.
عن عبد الله بن عمرو أن رسول الله صلي الله عليه وسلم قال إن في الجنة غرفة يري ظاهرها من باطنها وباطنها من ظاهرها فقال أبو موسي الاشعري لمن هي يارسول الله  قال لمن الأن الكلام وأطعم الطعام وبات الله قائما والناس  نيام ( مسند أحمد أبن حنبل ج 2/ص 173)
Sesungguhnya di surge  ada istana m luarnya terlihat dari dalam  dalamnya terlihat dari luar . Abu Musa Asy’ary  bertanya  untuk siapa itu Ya Rasulullah ? Rasulullah menjawab  untuk yang lembut ucapannya  dan yang suka memberi makan  dan sholat di waktu malam ketika orang semua orang terlelap tidur.


Kamis, 02 Mei 2019

Ujian Praktik CB dan TahsinTahfiz al Qur'an PAS 2


Materi Uprak Hadis (PAS Genap)
Hadis ke-4
Tanda Iman Seorang Mukmin
اِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ بِاْلـمَسَاجِدِ فَاْشَهَدُوْا لَهُ باِلْاَيِمَانِ (رواه احمد)
Jika kalian melihat seseorang yang bolak-balik pergi ke masjid-masjid Alloh, maka saksikanlah bahwa ia adalah seorang mukmin.
 (HR. Ahmad)

Hadis ke-7
Ta’at
مَنْ اَطَاعَنَى فَقَدْ اَطَاعَ اللهِ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَا اللهَ وَمَنْ يُطِعِ اْلاَمِيْرَ فَقَدْ اَطَاعنَي ِ وَمَن يَعْصِ الْاَمِيْرَ فَقَدْ عَصَانِي (رواه مسلم)

Barangsiapa yang taat kepadaku, maka ia sudah taat kepada Alloh. Barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, maka ia telah maksiat kepada Alloh. Barangsiapa yang taat kepada pemerintah, maka is berarti ia ta’at kepadaku. Barangsiapa yang maksiat kepada pemerintah, maka ia telah maksiat kepadaku (HR. Muslim)

Hadis ke-9
Membantu Saudara Mukmin dalam Kesulitan
مَنْ نَفَّسَ مِنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)
Barangsiapa yang membantu mengilangkan kesulitan seorang muslim di dunia, Alloh akan hilangkan kesulitannya pada hari kiamat 
(HR. Muslim)

Hadis ke-10
Menyayangi Anak Yatim
اَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيْمِ فِى الْجَنَّةِ هَكَذَا وَاَشَارَ اِلَى السَّبَابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)
Aku bersama dengan penanggung anak yatim di dalam surga seperti begini (waktu itu) Nabi Muhammad saw mengacungkan dengan jari telunjuknya dan  jari tengahnya dengan  merenggangkan Artinya jari telunjuk dan jari tengah berjejer begini seperti Nabi berjejer dengan seorang yang menaggung anak yatim. (H.R. Bukhori dan Muslim).

Hadis ke-12
Allah Berkuasa Mengangkat Ilmu ke Langit
اِنَّ اللهَ لَا يَقْبِضُ اْلعِلْمَ اِنْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ الْعِبَادُ وَلَكِنْ يَقْبِضُ اْلعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى اِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمٌ اِتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُسَاءَ جُهَالًا فَسُئِلُوْافَافْتُوْابِغَيْرِعِلْمٍ فَضَلُّوْا وَاَضَلُّوْا
 (رَوَاهُ اْلبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ)
Sesungguhnya Alloh tidak akan mencabut ilmu pengetahuan dari hamba dengan langsung cabut saja,  tetapi mencabut ilmu pengetahuan dengan mencabut ulama, sehingga apabila sudah tiada ada lagi seorang alim, manusia akan mengangkat para pemimpin yang bodoh. Apabila mereka ditanya kemudian berfatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan (H.R. Bukhori dan Muslim dari Ibnu Umar).

Hadis ke-16
Tanda-tanda Kiamat sudah Dekat
بَادِرُوْا بِاْلاَعْمَالِ الصَّالِحَاتِ فَسَتَكُوْنُ فِتَنٌ كَقِطَعِ اللَّيْلِى الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِيْ كَافِرًا وَيُمْسِيْ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيْعُ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الذَّنْبِ
 (رَوَاهُ اَحْمَدُ)
Bersegeralah kalian beramal salih, kelak akan ada berbagai fitnah seperti bahayanya malam yang gelap gulita seorang menjadi mukmin dan kafir dan ada kalanya kemarin kafirsekarang mukmin menjual agamanya dengan dosa. (H.R. Ahmad).

Hadis ke-17
Menyebarkan Salam
اَوَلَا اَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ اِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ؟ اَفْشُوْاالسَّلَامَ بَيْنَكُمْ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)
Maukah kamu saya tunjukan pada sesuatu, apabila kamu jalankan maka kamu akan saling mencintai? Sebarkan salam di antara kamu sekalian! (HR. Muslim)

Hadis ke-18
Berjabat tangan
تَصَافَحُوْا يَذْهَبِ الْغِلُّ عَنْ قُلُوْبِكُمْ (رَوَاهُ اْلبَيْهَقِيُّ)
Hendaklah engkau suka berjabat tangan, karena berjabat tangan itu bisa menghilangkan kebencian dalam hati (HR. Baihaqi).

Hadis ke-19
Amanat
اِذَا ضُيِّعَتِ اْلاَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ (رَوَاهُ اَحْمَدُ)
Apabila amanat sudah disia-siakan, maka tunggu sajalah masa kehancurannya (HR. Ahmad).

Hadis ke-23
Perumpamaan Orang-orang Mukmin
تَرَى الْمُؤْمِنِيْنَ فِى تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ اِذَا اشْتَكَى عَضُوٌّ تَدَاعَي لَهُ سَائِرُالْجَسَد ِبالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رَوَاهُ اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ)
Kamu akan melihat kaum muslim dalam saling menyayangi, saling mencintai dan saling mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila satu anggota saja sakit, maka tertariklah bagian anggota tubuh yang lain ikut sakit dengan tak dapat tidur dan badan panas. (HR. Bukhori Muslim).


Senin, 22 April 2019

Baksos SMA Pesantren Hayatan Thayyibah


Kegiatan Sosial Pacu Santri Peduli Sosial
dan Berempati dengan Sesama



SEBAGAI salah satu lembaga pendidikan yang konsen terhadap pendidikan. Bukan berarti tidak peduli bidang-bidang lain seperti sosial, lingkungan, energi berkelanjutan, dan kesehatan. Pada hari ahad, tanggal 20 April 2019  (15 Sya’ban 1440 H) para santri SMA Pesantren terpadu Hayatan Thayyibah menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) sepnajang jalan Karamat bertajuk Bakti sosial pacu Santri Peduli Sosial.
Tidak hanya melibatkan tim, namun mengajak  relawan dan warga sekitar untuk sama-sama membersihkan lingkungan mereka dan jalan.
Lebih dari itu, diharapkan mampu menumbuhkan serta meningkatkan rasa kepekaan dan kepedulian para santri terhadap sesama.
Hal itu dinilai penting sebagai bagian dari sisi lain dan tanggung jawab lain sebuah pesantren.
"Nilai-nilai serta karakter seperti itulah yang selalu kita coba terapkan dan akhirnya mampu menjelma sebagai budaya santri. Terutama ketika mereka terjun di masyarakat," ujar Ustaz Mulia selaku pengasuh pondok dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/4).
Adapun kegiatan yang yang sudah dikerjakan adalah :
1.        Mengumpulkan sampah-sampah pelastik dan organik sepanjang jalan karamat;
2.        Membersihkan lingkungan masjid jami Abdurrahman Bin ‘Auf;
3.        Membersihkan masjid-masjid terdekat;
4.        Penegcetan masjid / mushalla;

Meski kegiatan sosial tersebut dilaksanakan sekitar pondok, jalan raya dan fasilitas umum, semoga memacu para santri memiliki rasa kepedulian terhadap sesama.















Peringatan Hari Batik Nasional dan Sejarahnya

 Alasan Adanya Peringatan Hari Batik Nasional Seperti dilansir dari berbagai sumber bahwa batik merupakan salah satu warisan budaya tak bend...